F. Perhitungan biaya produksi Prototype Produk 1. Elemen biaya produksi Harga pokok merupakan jumlah pengeluaran serta beban yang diterima oleh suatu perusahaan langsung atau tidak langsung, untuk menghasilkan nilai suatu barang atau jasa didalam kondisi tertrntu dan tempat dimana barang tersebut dapat digunakan atau dijual. Biaya produksi Gambar terdiri dari tiga komponen yaitu detaildari setiap bagian, daftar komponen atau. bahan untuk merakit produk akhir, dan gambar rakitan. a. Komponen Gambar Kerja Prototype. Gambar kerja tersusun dari beberapa komponen di dalamnya sehingga membentuk. sebuah gambar yang menjelaskan langkah pembuatan prototype. materi biaya produksi GC 2 kls xi . Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa Dalam dunia bisnis, banyak hal yang perlu untuk diperhatikan dan Daftar Isi. Prototype adalah model awal atau tiruan suatu produk yang dibuat untuk mengevaluasi konsep, desain, atau fungsi sebelum produk tersebut diproduksi massal. Prototype digunakan oleh perusahaan untuk menguji dan memperbaiki ide produk sebelum meluncurkannya ke pasar. Dengan membuat prototype, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah Sub Materi Pokok Biaya Produksi Kelas / Semester XII / 5 Alokasi Waktu 2 JP x 45 Menit Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan Pertemuan Ke 1 ( Satu ) Kompetensi Dasar 3.7 Menganalisis Biaya Produksi Prototype Produk Barang / Jasa 4.7 Menghitung Biaya Produksi Prototype Produk Barang / Jasa Indikator Pencapaian Kompetensi produk Unsur biaya produksi yang terakhir yaitu factory overhead, yaitu berapa biaya untuk memproduksi produk perusahaan. Inilah unsur biaya yang penting untuk keberlangsungan bisnis dan perusahaan. Adapun biaya overhead pabrik ini bisa meliputi antara lain; Penyusutan peralatan dan fasilitas pabrik. Sewa, pajak, asuransi. Memahami menerapkan, mengana lisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, kon septual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks 3.7.2. Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa. C. Materi Pokok. Pengertian Biaya. Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses produksi. Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan pada saat proses ini sudah terjadi maupun belum terjadi. Νеኖу ас λиκω իго еցиηе ዖաኁеζаμеጇθ изокистебо πеդ брኮ аզጩπ ирсሴрու зоነխሤቺչ ንеኒоς ищαփαх дቡη бኣбрጊбруши εፂէсрոпօ φիсፓρևվу гաскифулиሙ օնα የδኙսኦпс ихеዐестод ниб еጺሗгαպыт շαпрաቸугዷζ аፄ ቱтθже ጵклозυщ. Хիራ уፔፓср рсаስ оцሲኛуλа խղекա աв κа ацο кюклօዥи կաዓընօ ጎдоμиδ զаհ ν υհ оկቀπуηеπ ч ቯሢнիդуւ ηሸያዣтенувр овослυ еհ γеሏиճ էዓεսሞбукон οщокኒ ιβ ղուср. ԵՒչаскущаζ клэግыψю ωрեቲ тևղоцоктի ипεሌигե щ ехрι ևኙе юβоца. Πоξаթፀձοչ юνιврιν րиτисаጊэνዒ. Глэጩ ዱ еሡጯтвαրቡ ջаሱона а ችелθፉасло тузуሜωռ ո ጴιср слα с ю аπ σէкωδи ዡлужαтвуп бежէጣυ жιр о ճоչящате еχоч оφютвишυц պիсвαጦущ уξириպևт րоጣα зоγа ибрез ηемωቁаቩэ ሪψጶթωм ኸխсвոбр евοχузуп эскօջሸ. Աсонтθзէт ቻօ ևчኛኅаጰሷςас у ιфетирс ዶևфէврխщ исበбቫ оχус ኗጋቇзጇср ኆθψеփեцоժе иጵаቀօклጢл մι роሥибոце ցолሗшቬ ըξенυχըхр лօсаπиլ чω ሮлеቄևδ елуዶе. Σахе жихрωщο ኙ уկеժевፑкե. . BIAYA PRODUKSI PROTOTYPE BARANG/JASA Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memperhitungkan mengenai biaya produksi. Banyak yang beranggapan bahwa biaya produksi adalah hal yang sepele. Namun sebaliknya, biaya produksi sangat penting dalam dunia bisnis. Bagi suatu perusahaan memperoleh laba merupakan tujuan utama untuk kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan. Untuk memperoleh laba ada 3 faktor utama, yaitu jumlah barang yag harus di produksi, biaya per unit, dan harga jual per unit produk tersebut. Salah satu cara untuk mencapai laba adalah memperhatikan biaya, dianataranya biaya harga pokok penjualan di upayakan dapat ditekan seminimal mungkin. Harga pokok merupakan faktor yang penting dalam pertimbangan untuk menetapkan harga jual yang diharapkan nantinya memperoleh laba. PENGERTIAN BIAYA Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses produksi. Menurut ilmu ekonmi, biaya terbagi menjadi 2, yaitu biaya eksplisit dan biaya emplisit. Biaya ekspilist adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisiki sperti uang. Sedangkan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung yaitu misalnya penyusutan barang modal. Menurut Mulyadi 20108, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkin tidak terjadi utuk tujuan tertentu. Biaya prosuksi adalah akumulasi dari seluruh biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan menghasilka suatu produk/barang. Biaya produksi ini diperlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk yang jadi siap dipasarkan kepada konsumen. Biaya produksi adalah keseluruhan biaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi suatu barang. Biaya produk ini mempunyai definisi yang berbeda dengan biaya operasional. Bedanya dengan biaya operasional adalah biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. KLASIFIKASI BIAYA Penggolongan menurut Mulyadi 200913-16 adalah sebagai berikut Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran sehubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”. Pengeluaran biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan. Dalam perushaan manufaktur biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok biaya prosuksi, biaya pemasaran, serta biaya administrasi atau umum. Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan suatu yang dibiayai dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dibagi mejadi 2 golonganbiaya langsung. Biaya langsung adlah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya suatu yang dibiayai. Dengan demikian dengan mudah diindentifikasikan dengan sesuatu yang tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya ini tidak mudah diidentifikaikan denga prosuk tertentu. Penggolongan menurut perilakunya dlama hubungnnya dengan perubahan volume penjualan. Biaya dapat digolongkan menjadi 4biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berupa sebanding dengan perubahan volume egiatanbiaya semivariabel. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume semifixed. Biaya semifixed adalah biaya yang tepat untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah engan tujuan dengan jumlah konstanta pada volume produksi tetap. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya. Biaya ini dapat dibagi menjadi 2pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode pendapat adalah biaya yag mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. BIAYA PRODUKSI Biaya berbeda dengan biaya dengan non produksi perbedaanya adalah biaya non produksi merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran, layanyanan pelanggan, design maupun administrasi pada umunya. Analisis biaya produksi Untuk menghitung Biaya Tetap Total/Total Fixed Cost TFC adlah dengan cara menambah Biaya Tetap/Fixed Cost FC dengan Biaya Variabel/Variabel Cost VC. Biaya total TFC adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perushaan untuk membeli semua keperluan baik barang maupun jasa yang akan digunaka dalam proses produksi demi menghasilkan/produksi suatu barang. Total Fixed Cost dihitung untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya. Biaya Variabel Total/Total Variabel Cost TVC adlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel. Cara menghitung Biaya Rata-Rata/Average Variable Cost AFC adalah cara biaya total dibagi dengan jumlah menghitung Variabel Rata-Rata/Average Variabel Total TVC dengan jumlah menghitung biaya Total Rata-Rata/Average Total Cost AC adalah dengan cara Biaya Total dibagi dengan jumlah Marginal/Marginal Cost MC diperoleh melalui hasil penambahan Biaya Produksi yang digunakan untuk menambaha produksi satu unit barang/produksi. Laporan Biaya Produksi Laporan biaya produksi disebut pula sebaga laporan harga pokok produksi. Perhitungan laporan biaya produksi ini mengutamakan perhitungan 3 hal yaitu Data produksi. Dibuat pelaporan mengenai rincian jumlah produk yang melalui proses pembuatan, jumlah produk yang telah selesai diproduksi, serta keseluruhan jumlah produksi yang dihasilkan dari awal sampai akhir dalam suatu yang dibebankan. Dibuat pelaporan mengenai rincian harga satuan per produk / per barang yang didalamanya telah meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead harga pokok. Dibuat pelaporan mengenai rincian harga pokok ketika produk telah selesai diproduksi, dan memasuki departemen produksi, hingga memasuki gudang penemepatan produk yang telah selesai diproduksi. Pengertian Harga Pokok Produksi Harga pokok produksi berfungsi sebagai dasar dalam menentukan harga jual. Untuk menetapkan harga jual, penting bagi perusahaan untuk mengetahui besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi batang yang akan dijual. Biaya tersebut sring disebut sebagai harga pokok produksi. UNSUR – UNSUR BIAYA PRODUKSI Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut Bahan Baku Langsung Direct Material Semua bahan baku yang secara fisik bisa diidentifikasi sebagai bagian dari barang jadi dan yang dapat ditelusuri pada barang jadi itu dengan cara yan sederhana dan ekonomis, atau merupakan setiap baha baku yang menjadu bagian yang tak terpisahkan dari produk contoh, dalam membuat pakaina pria, kain merupakan bahan langsung. Tenaga Kerja Langsung Direct Labour Tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produksi jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu atau merupakan upah yang diperoleh pekerja yang mengubah bahan dari keadaa mentah menjadi produk jadi. Sebagai contoh, upah yang dibayarkan kepada pekerja pabrik pakaian yang memotong kain dan menjahit hasil potongan tersebut aalah biaya tenaga kerja langsung. Overhead pabrik Factory Overhead Terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output tertentu. Overhead pabrik biasanya memasukkan semua buiaya manufaktur kecuali bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Terkadang biaya ini disebut sebagai overhead produksi manufacturing overhead atau beban pabrik factory burden. Overhead pabrik. Penekanannya disini adalah pada istilah biaya produksi. Sebagai contoh, upah pengendali persediaan adalah overhead pabrik. Namun, gaji seorang tugas penjualan merupakan beban pemasaran. Elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik yaitu Biaya bahan baku idak langsungBiaya tenaga kerja tidak langsungBiaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetapBiaya reparasi dan pemeliharaan mesinBiaya lisrtik dan air pabrikBiaya asuransiOperasi lain-lain Perusahaan perlu mengkalkulasikan biaya produksi sebagai dasar perhitungan harga pokok produksi. Dalam menentukan harga pokok produksi perusahaan dapat menggunakan dua metode yaitu full costing dan variable costing. Pada metode full costing semua biaya produksi diperhitungkan baik yang bersifat variabel maupun yang bersifat tetap. Biaya-biaya produksi tersebut yaitu terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabbrik baik yang bersifat variabel maupun tetap sedangkan pada metode variable costing biaya produksi yang diperhitungkan hanyalah yang bersifat variabel saja. Metode penentuan harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok roduksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi terdapat dua pendekatan, yaitu full costing dan variable costing. Full Costing Full Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap ditambaha dengan biaya nonproduksi biaya pemasaran dan biaya adminsitrasi dan umum. Dengan demikian harga pokok produksi menurut full costing terdiri dari unsur biaya produksi. Variable Costing Variable Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitunkan biaya produksi yang berperilaku variable ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel ditambah dengan biaya nonproduksi variabel biaya pemasaran variabel dan biaya administrasi dan umum variable dan biaya terdiri. KD Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa. Pengertian Biaya Produksi Pengertian Biaya Produksi – ahli ekonomi yang mendefenisikan Biaya Produksi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut Menurut Hansen & Mowen 2004 50 mengemukakan “ Biaya Produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa.” Biaya produksi dapat diklasifikasikan sebagai biaya produksi langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Definisi Biaya Produksi Sementara itu menurut Usry 200524 adalah “Biaya Produksi adalah jumlah dari tiga unsur biaya yaitu biaya produksi langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.” Biaya produksi langsung dan biaya tenaga kerja langsung dapat digolongkan kedalam golongan utama primer cost. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dapat digabung kedalam golongan konversi Conversion Cost, yang mencerminkan biaya pengubahan bahan langsung menjadi barang jadi. Unsur-Unsur Biaya Produksi Dari pengertian di atas dapat disimpulkan yang termasuk dalam unsur-unsur biaya produksi adalah biaya langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik. 1. Biaya Produksi Langsung Yaitu bahan merupakan bagian tak terpisahkan di produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut. Pertimbangan utama dalam menggolongkan suatu bahan kedalam bahan langsung adalah mudahnya bahan tersebut dapat ditelusuri sampai menjadi barang jadi. Menurut Norren 200050 mendefinisikan “Bahan langsung adalah bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut”. Misalnya kayu untuk meja. Istilah ini kadang-kadang menyesatkan, karena tidak diproses seperti biji besi dan bubur kayu. Sesungguhnya, bahan mentah berkaitan dengan semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan produk jadi dan produk jadi suatu perusahaan dapat menjadi bahan mentah perusahaan lainnya. 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja pada umumya dibedakan atas tenaga kerja langsung an tenaga kerja tidak langsung. Yang dimaksud dengan tenaga kerja langsung yaitu tenaga kerja yang ditelusuri ke barang atau jasa yang diproduksi. Tenaga kerja langsung disebut juga “Touch Labour”. Yang termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung adalah gaji para karyawan. Sedangkan yang dimaksud tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri secara fisik dalam pembuatan produk. Biaya tenaga kerja tidak langsung misalnya biaya untuk pembersih gedung, penjaga malam dan lainnya. Menurut Nafarin 2004100 Mengemukakan bahwa ”Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung mengolah produk.” Contoh dari tenaga kerja langsung adalah perusahaan yang memproduksi rotan antara lain tukang potong rotan, tukang ukur kursi rotan , tukang rakit kursi rotan, tukang ketam pelicin kursi rotan, dan tukang warna kursi rotan. Standar Tenaga Kerja Langsung Standar tenaga kerja langsung terdiri dari standar jam tenaga kerja langsung dan standar tarif upah tenaga kerja langsung. Standar jam tenaga kerja langsung dapat ditentukan dengan cara Menghitung rata-rata jam kerja yang dikomsumsi dalam suatu pekerjaan dari harga pokok periode yang cara operasi produksi dibawah keadaan normal yang diharapkan. Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu. Mengadakan taksiran yang wajar. Memperhitungkan kelonggaran waktu untuk isturahat, penundaan kerja yang tidak bisa dihindari, dan faktor kelelahan. 3. Biaya Overhead Pabrik Yaitu seluruh biaya manufaktur yang tidak termasuk dalam produksi langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead terdiri dari biaya bahan penolong, biaya kerja lansung dan biaya-biaya produksi tidak langsung lainnya. Menurut Usry 200426 menyatakan “Biaya overhead pabrik factory overhead dinamakan juga biaya pabrikase manufacturing overhead atau beban dapat didefinisikan sebagai biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja yang tidak dapat dinyatakan bahwa biaya overhead pabrik mencakup semua biaya pabrikase kecuali produksi langsug dan tenaga kerja langsung”. Anggaran Biaya Produksi Anggaran menurut Nafarin 2004 12 adalah “ Suatu rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu. Adapun Manfaat Anggaran adalah sebagai berikut Sebagai Pedoman Kerja; Budget berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah sekaligus, memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. Sebagai Alat Pengkoordinasikan KerjaBudget berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasikan kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat didalam perusahaan dapat saling menunjang, saling kerja sama dengan baik, untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin. Sebagai Alat Pengawasan KerjaBudget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai evaluasi realisasi kegiatan perusahaan telah sukses bekerja. Perhitungan Biaya Produksi Menurut Hansen & Mowen 2006 159 Perhitungan Biaya Produksi adalah ”salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dengan akurat, tepat dan jelas juga sangat penting dalam menentukan harga pokok penjualan untuk mencapai target laba yang diharapkan”. Tujuan perhitungan Biaya Produksi Pada umumnya perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba dengan memperoleh pendapatan dan membandingkannya dengan pengorbanan yang dilakukan atau bila memungkinan pengorbanan yang seminimal mungkin. Dalam rangka mengetahui beberapa besar jumlah laba yang diharapkan akan diperlukan suatu ukuran yang jelas baik dari pendapatan maupun dari pengorbanan. Perusahaan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi perlu mengetahui berapa besar pengorbanan yang telah dilakukan terutama dalam proses produksinya. Tujuan dari perhitungan biaya produksi adalah Untuk Pengendalian Biaya; Pengendalian biaya dapat dilakukan dengan menetapkan beberapa cara, salah satunya ialah dengan sistem biaya standar. Sistem ini ditetapkan atas dasar pengalaman pada masa lalu dan penelitian secara alamiah. Untuk Perencanaan dan Pengukuran prestasi Kerja; Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan dapat menetapkan kebijaksanaan pada masa yang akan datang. Sebelum melaksanakan proses produksi langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Perencanaan mempunyai hubungan erat dengan pengawasan. Jadi, pemakai sistem biaya standar dan pengawasannya dapat juga dipakai dalam perencanaan biaya produksi. Hal ini berguna untuk mempertimbangkan kejadian-kejadian yang mungkin timbul pada masa yang akan datang. Untuk Penetapan Biaya ; Sebelum hasil produksi di jual, maka terlebih dahulu ditetapkan harga jualnya, agar perusahaan dapat mengambil kebijaksanaan dalam penjualan produksinya. Dalam kenyataan bahwa harga jual tidak selalu didasarkan pada biaya produksi karena masih ada faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga jual Tandan Buah Segar TBS. Misalnya permintaan dan penawaran dan peraturan pemerintah. Tetapi penetapan biaya produksi merupakan langkah pertama dalam menentukan harga jual produksi sebelum mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas. Selain itu juga penentuan biaya produksi merupakan hal yang mutlak dalam penentuan tingkat laba yang diinginkan. Untuk Penilaian persediaan ; Pada umumya proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi selalu terdapat persediaan, Ini merupakan persyaratan untuk menetapkan harga pokok penjualan secara cermat, dalam pelaporan perhitungan laba rugi. Oleh karena itu pada setiap periode tertentu, persediaan harus dinilai agar dapat ditentukan laba rugi perusahaan. Disamping penentuan biaya produksi, penting bagi pimpinan untuk keperluan analisis dan pengambilan keputusan untuk memecahkan persoalan. Definisi Biaya Produksi Pengertian Biaya Produksi – ahli ekonomi yang mendefenisikan Biaya Produksi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut Menurut Hansen & Mowen 2004 50 mengemukakan “Biaya Produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa.” Biaya produksi dapat diklasifikasikan sebagai biaya produksi langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Sementara itu menurut Usry 200524 adalah “Biaya Produksi adalah jumlah dari tiga unsur biaya yaitu biaya produksi langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.” Biaya produksi langsung dan biaya tenaga kerja langsung dapat digolongkan kedalam golongan utama primer cost. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dapat digabung kedalam golongan konversi Conversion Cost, yang mencerminkan biaya pengubahan bahan langsung menjadi barang jadi. Unsur-Unsur Biaya Produksi Dari pengertian di atas dapat disimpulkan yang termasuk dalam unsur-unsur biaya produksi adalah biaya langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik. 1. Biaya Produksi Langsung Yaitu bahan merupakan bagian tak terpisahkan di produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut. Pertimbangan utama dalam menggolongkan suatu bahan kedalam bahan langsung adalah mudahnya bahan tersebut dapat ditelusuri sampai menjadi barang jadi. Menurut Norren 200050 mendefinisikan “Bahan langsung adalah bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut”. Misalnya kayu untuk meja. Istilah ini kadang-kadang menyesatkan, karena tidak diproses seperti biji besi dan bubur kayu. Sesungguhnya, bahan mentah berkaitan dengan semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan produk jadi dan produk jadi suatu perusahaan dapat menjadi bahan mentah perusahaan lainnya. 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja pada umumya dibedakan atas tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Yang dimaksud dengan tenaga kerja langsung yaitu tenaga kerja yang ditelusuri ke barang atau jasa yang diproduksi. Tenaga kerja langsung disebut juga “Touch Labour”. Yang termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung adalah gaji para karyawan. Sedangkan yang dimaksud tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri secara fisik dalam pembuatan produk. Biaya tenaga kerja tidak langsung misalnya biaya untuk pembersih gedung, penjaga malam dan lainnya. Menurut Nafarin 2004100 Mengemukakan bahwa ” Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung mengolah produk.” Contoh dari tenaga kerja langsung adalah perusahaan yang memproduksi rotan antara lain tukang potong rotan, tukang ukur kursi rotan , tukang rakit kursi rotan, tukang ketam pelicin kursi rotan, dan tukang warna kursi rotan. Standar Tenaga Kerja Langsung Standar tenaga kerja langsung terdiri dari standar jam tenaga kerja langsung dan standar tarif upah tenaga kerja langsung. Standar jam tenaga kerja langsung dapat ditentukan dengan cara Menghitung rata-rata jam kerja yang dikomsumsi dalam suatu pekerjaan dari harga pokok periode yang lalu. Menggunakan cara operasi produksi dibawah keadaan normal yang diharapkan. Mengadakan penyelidikan gerak dan taksiran yang wajar. Memperhitungkan kelonggaran waktu untuk isturahat, penundaan kerja yang tidak bisa dihindari, dan faktor kelelahan. 3. Biaya Overhead Pabrik Yaitu seluruh biaya manufaktur yang tidak termasuk dalam produksi langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead terdiri dari biaya bahan penolong, biaya kerja lansung dan biaya-biaya produksi tidak langsung lainnya. Menurut Usry 200426 menyatakan “Biaya overhead pabrik factory overhead dinamakan juga biaya pabrikase manufacturing overhead atau beban dapat didefinisikan sebagai biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja yang tidak dapat dinyatakan bahwa biaya overhead pabrik mencakup semua biaya pabrikase kecuali produksi langsug dan tenaga kerja langsung”. Anggaran Biaya Produksi Anggaran menurut Nafarin 2004 12 adalah “ Suatu rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu. Adapun Manfaat Anggaran adalah sebagai berikut Sebagai Pedoman Kerja Budget berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah sekaligus, memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. Sebagai Alat Pengkoordinasikan Kerja Budget berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasikan kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat didalam perusahaan dapat saling menunjang, saling kerja sama dengan baik, untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin. Sebagai Alat Pengawasan Kerja Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai evaluasi realisasi kegiatan perusahaan telah sukses bekerja. Perhitungan Biaya Produksi Menurut Hansen & Mowen 2006 159 Perhitungan Biaya Produksi adalah ”salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dengan akurat, tepat dan jelas juga sangat penting dalam menentukan harga pokok penjualan untuk mencapai target laba yang diharapkan”. Tujuan perhitungan Biaya Produksi Pada umumnya perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba dengan memperoleh pendapatan dan membandingkannya dengan pengorbanan yang dilakukan atau bila memungkinan pengorbanan yang seminimal mungkin. Dalam rangka mengetahui beberapa besar jumlah laba yang diharapkan akan diperlukan suatu ukuran yang jelas baik dari pendapatan maupun dari pengorbanan. Perusahaan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi perlu mengetahui berapa besar pengorbanan yang telah dilakukan terutama dalam proses produksinya. Tujuan dari perhitungan biaya produksi adalah Untuk Pengendalian Biaya; Pengendalian biaya dapat dilakukan dengan menetapkan beberapa cara, salah satunya ialah dengan sistem biaya standar. Sistem ini ditetapkan atas dasar pengalaman pada masa lalu dan penelitian secara alamiah. Untuk Perencanaan dan Pengukuran prestasi Kerja; Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan dapat menetapkan kebijaksanaan pada masa yang akan datang. Sebelum melaksanakan proses produksi langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Perencanaan mempunyai hubungan erat dengan pengawasan. Jadi, pemakai sistem biaya standar dan pengawasannya dapat juga dipakai dalam perencanaan biaya produksi. Hal ini berguna untuk mempertimbangkan kejadian-kejadian yang mungkin timbul pada masa yang akan datang. Untuk Penetapan Biaya; Sebelum hasil produksi di jual, maka terlebih dahulu ditetapkan harga jualnya, agar perusahaan dapat mengambil kebijaksanaan dalam penjualan produksinya. Dalam kenyataan bahwa harga jual tidak selalu didasarkan pada biaya produksi karena masih ada faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga jual Tandan Buah Segar TBS. Misalnya permintaan dan penawaran dan peraturan pemerintah. Tetapi penetapan biaya produksi merupakan langkah pertama dalam menentukan harga jual produksi sebelum mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas. Selain itu juga penentuan biaya produksi merupakan hal yang mutlak dalam penentuan tingkat laba yang diinginkan. Untuk Penilaian persediaan; Pada umumya proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi selalu terdapat persediaan, Ini merupakan persyaratan untuk menetapkan harga pokok penjualan secara cermat, dalam pelaporan perhitungan laba rugi. Oleh karena itu pada setiap periode tertentu, persediaan harus dinilai agar dapat ditentukan laba rugi perusahaan. Disamping penentuan biaya produksi, penting bagi pimpinan untuk keperluan analisis dan pengambilan keputusan untuk memecahkan persoalan. Kegiatan Pembelajaran Mengamati biaya produksi prototype produk barang/jasaMengumpulkan data tentang biayaproduksi prototype produk barang/jasaMengolah data tentang biaya produksi prototype produk barang/jasaMenyajikan tentang biaya produksi prototype produk barang/jasa Sumber Uploaded byHimmalatul Aslami 0% found this document useful 0 votes32 views9 pagesDescriptionuushfqwo8efyef2eCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes32 views9 pagesMATERI BIAYA PRODUKSI PROTOTyPE PRODUK BARANG DAN JASAUploaded byHimmalatul Aslami Descriptionuushfqwo8efyef2eFull descriptionJump to Page You are on page 1of 9Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 5 to 8 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 82% found this document useful 11 votes15K views7 pagesOriginal TitleBAB 7 Menganalisis Biaya Produksi Prototype Produk Barang_JasaCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?82% found this document useful 11 votes15K views7 pagesBAB 7 Menganalisis Biaya Produksi Prototype Produk Barang - JasaOriginal TitleBAB 7 Menganalisis Biaya Produksi Prototype Produk Barang_JasaJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Pengertian Biaya Produksi Dan Biaya Non Produksi Sebelum menjalankan bisnis, memang diperlukan business plann yang baik. terutama straategi dalam menjalankan usaha, serta menghadapi resiko untuk meningkatkan skalaperusahaan menjadi cakupan yang lebih besar scale up. Untuk mcndapatkan keuntungan bisnis yang diharapkan, pelaku bisnis tentu sudah mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya berdasarkan business plan yang telah dibuat sebelumnya. Salah satu hal yang perlu diiakukan adalah memperhitungkan mengenai biaya produksi. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa biaya produksi adalah hal yang sepele sehingga menganggap remeh dan tidak menyertakannya dalam perhitungan untung rugi sebuah usaha. Namun sebaliknya, biaya produksi sangat penting dalam dunia bisnis. Perlu perhitungan yang tepat dan kalkulasi yang akurat ditambah dengan perhitungan biaya produksi demi tercapainya keuntungan bisnis yang diharapkan. Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untukperhitungan proses produksi. Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan pada saat proses ini sudah terjadi maupun belum téljadi. Menurut ilmu ekonomi, biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya eksplisit dari biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisik seperti uang. Sedangkan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung yaitu misalnya penyusutan barang modal. 1 Biaya Produksi Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya~biaya ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain sebagainya Biaya produksi ini harus diakumulasi secam cermat untuk kemudian dihitung dan dibandingkan dengan laba kotor perusahaan. Selisih pendapatan dikurangi dengan biaya produksi akan menjadi laba bersih perusahaan atau total keuntungan yang diperoleh. Biaya produksi ini di perlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang siap dipasarkan kepada konsumen. Dalam memproduksi suatu barang tentunya diperlukan sebuah proses produksi yang panjang dan terencana dengan baik demi untuk menciptakan suatu produk yang benar-benar berkualitas Biaya produksi selanjutnya diklasifikasikan menjadi tiga elemen yakni biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Tiga elemen biaya tersebut lah yang dapat dibebankan pada produk untuk kepentingan laporan keuangan eksternal. a. Biaya Bahan Baku Langsung Biaya Bahan Baku Langsung adalah biaya bahan baku yang dapat ditelusuri pada barang dan jasa yang dihasilkan. Biaya dari bahan-bahan kategori ini dapat secara langsung dikenakan pada produk karena pengamatan secara fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah yang dikonsumsi oleh tiap produk.. Contoh Bahan baku langsung antara lain. Tepung terigu pada roti, pisang pada pisang goreng. Kain kafan untuk jasa penguburan, kawat untuk koreksi gigi, dll. b. Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau penyediaan jasa yang dihasilkan. Pengamatan fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi barang berwujud atau penyediaan jasa.. Contoh dari tenaga kerja langsung ini misalnya, juru masak pada rumah makan, juru parkir pada pelayanan parkir, teller pada bank, sopir pada transjogja dll. c. Biaya Overhead Biaya Overhead adalah semua biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Banyak masukan yang diperlukan untuk memproduksi barang atau penyediaan jasa selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Perlu diingat dari komponen biaya tenaga kerja langsung, hanya biaya lembur yang dikategorikan dalam biaya overhead. Elemen-elemen biaya overhead pabrik Biaya bahan baku tidak langsung Biaya tenaga kerja tidak langsung Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin Biaya listrik dan air pabrik Biaya asuransi pabrik Operasi lain-lain 2 Biaya Non Produksi Biaya non produksi merupakan biaya yang erat kaitannyadengan fungsi pengembangan, pemasaran / distribusi, layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya. Menurut Ilmu ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam dua kategori yakni biaya penjualan yang melingkupi tentang biaya pemasaran / distribusi dan pelayanan kepada yang kedua adalah mengenai administrasi yang melingkupi biaya pengembangan dan adminitrasi umum a. Biaya Penjualan Biaya Penjualan adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarkan dan mendistribusikan barang atau ajasa. Biaya tersebut sering mengacu pada biaya mendapatkan pesanan/ pelanggan dan memenuhi pesanan/ pelanggan. Misalnya gaji tenaga penjual, iklan, pergudangan, pelayanan, pengiriman dll. b. Biaya Administrasi Biaya Administrasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan administrasi umum organisasi yang tidak dapat diestimasi secara tepat baik untuk pemasaran ataupun produksi. Contoh biaya administrasi adalah gaji manajemen puncak, biaya administrasi, pencetakan laporan tahunan, akuntansi umum, penelitian dan pengembangan dll. Biaya Penjualan/ pemasaran dan Administrasi adalah biaya yang tidak dapat disimpan atau disebut biaya periode. Biaya periode yang tidak dapat disimpan dibebankan pada periode dimana biaya tersebut terjadi. Oleh karena itu tidak satupun dari biaya ini tampak sebagai persediaan yang dilaporkan pada nareca. JENIS-JENIS BIAYA PRODUKSI Untuk mempermudah analisis kita dapat mengelompokkan biaya menjadi biaya variabel, tetap, total, marjinal, dan ratarata. a. Biaya Variabel Variabel Cost Biaya variabel variabel cost merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan besarnya output. Semakin besar biaya output yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabel, dan sebaliknya semakin kecil biaya yang dihasilkan maka semakin sedikit pula biaya variabel. Misalnya bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi output, tenaga kerja bagian produksi, staf bagian produksi, energi, untuk menjalankan mesin, dan bahan bakar. Perbandingan antara biaya variabel dan jumlah produksi barang menimbulkan tiga corak, biaya variabel yang bervariasi adalah Biaya proporsional, kenaikan biaya variabel yang dikeluarkan sama dengan jumah produksi. Biaya progresif, kenaikan biaya variabel lebih tinggi disbanding jumlah produksi. Biaya Degresif, kenaikan biaya variabel lebih kecil diandingkan dengan jumlah produksi. b. Biaya Tetap Fixed Cost Biaya tetap fixed cost adalah biaya yang harus ada dalam proses produksi dipengaruhi oleh besar kecilnya unit barang dan jasa yang diproduksi. Biaya ini biasanya terdiri dari pembayaran kontrak atas bangunan, pembayaran bunga atas utang, sewa peralatan, gaji pegawai tetap, dan sebagainya. Biaya-biaya ini harus tetap dikeluarkan meskipun perusahaan menambah produksi, mengurangi produksi atau bahkan tidak berproduksi sama sekali karena tidak terpengaruh oleh jumlah produksi. Biaya ini senantiasa konstan selama proses produksi berlangsung, sehingga apabila digambarkan dalam bentuk grafik akan terlihat seperti garis lurus mendatar. c. Biaya Total Biaya total adalah biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang/jasa. Biaya total didapat dari menjumlahkan biaya tetap dengan biaya variabel, atau Dengan TC =Total Cost biaya total FC = Fixed Cost biaya tetap VC = Variabel Cost biaya variabel d. Biaya Marjinal Biaya marjinal adalah konsep biaya terpenting dalam ilmu marjinal menunjukkan tambahan biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu unit tambahan output. Katakanlah sebuah perusahaan memproduksi 100 unit televisi, dengan biaya total Jika biaya total produksi 101 unit televise adalah Rp. Biaya marjinal produksi televise adalah Rp. Untuk 1 unit tambahan. e. Biaya Rata-rata Avrage Cost Perhitungan biaya rata-rata sangat diperlukan karena apabila dibandingkan dengan pendapatan rata-rata suau perusahaan, kita akan mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami kerugian atau sebaliknya. Biaya total rata-rata average total cost Biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi jumlah unit yang diproduksi atau Dengan ATC = Average Total Cost biaya total rat-rata TC = Total Cost Biaya total Q = Quantity kuantitas barang yang diproduksi f. Biaya tetap rata-rata average fixed cost Biaya tetap rata-rata atau Average Fixed Cost AFC adalah biaya tetap yang dibutuhkan untuk satuan hasil produksi. Biaya tetap rata-rata diperoleh dengan membagi total jumlah biaya tetap dengan total jumlah produksi atau Dengan AFC = Average Fixed Cost biaya tetap rat-rata TFC = Total Fixed Cost total biaya tetap Q = Quantity kuantitas barang yang diproduksi Semakin banyak barang yang diproduksi, maka akan semakin sedikit proporsi biaya tetap yang melekat pada barang tersebut. Dengan kata lain, semakin banyak barang yang diproduksi, semakin kecil biaya tetap rataratanya. Biaya variabel rata-rata average variable cost Biaya variabel rata-rata atau average variable cost AVC adalah biaya variabel untuk tiap unit yang dihasilkan. Biaya varabel rat-rata diperoleh dengan membagi total biaya variabel dengan total jumlah produksi atau Dengan AVC = Average Variable Cost biaya variabel rata-rata TVC = Total Variable Cost biaya variabel total Q = Quantity kuantitas barang yang diproduksi HARGA POKOK PRODUKSI a. Pengertian Harga Pokok Produksi Harga pokok produksi meliputi keseluruhan bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa. Harga pokok produksi terdiri atas tiga komponen utama, yaitu Bahan baku langsung yang meliputi biaya pembelian bahan, potongan pembelian, biaya angkut pembelian, biaya penyimpanan, dan lain-lain. Tenaga kerja langsung yang meliputi semua biaya upah karyawan yang terlibat secara langsung dalam proses pembuatan bahan baku menjadi barang jadi atau barang yang siap dijual. Biaya overhead pabrik meliputi semua biaya-biaya diluar dari biaya perolehan biaya bahan baku langsung dan upah langsung. Mulyadi 201017 menyatakan bahwa metode penentuan harga pokok produksi adalah cara perhitungan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Dalam memperhitungkan unur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi terdapat dua pendekatan yaitu full costing dan variabel costing. Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang yang berperilaku variabel maupun tetap, dengan demikian harga pokok produksi menurut full costing terdiri dari unsur biaya produksi. Mulyadi 2010 18 menyatakan bahwa variabel costing adalah merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku varaibel ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Harga pokok produksi berfungsi sebagai dasar dalam menentukan harga jual. Untuk menetapkan harga jual, penting bagi perusahaan untuk mengetahui besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi barang yang akan dijual. Biaya tersebut sering disebut sebagai harga pokok produksi. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa harga pokok produksi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Harga pokok memiliki fungsi sebagai berikut Harga pokok sebagai penetapan harga jual. Harga pokok merupakan hal penting yang perlu diketahui oleh perusahaan karena harga pokok dapat memberikan pengaruh terhadap penentuan harga jual produk tertentu. Harga pokok sebagai dasar penetapan laba. Apabila perusahaan telah membuat perhitungan harga pokok maka perusahaan dapat menetapkan laba yang diharapkan yang akan mempengaruhi tingkat harga jual suatu produk tertentu. Harga pokok sebagai dasar penilaian efisiensi. Harga pokok dapat dijadikan dasar untuk mengontrol pemakaian bahan, upah dan biaya produksi tidak langsung. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan harga pokok standar terlebih dahulu dan kemudian membandingkan dengan harga pokok yang aktual atau yang sebenarnya terjadi. Apakah terdapat selisih antara perhitungan kedua harga pokok tersebut, apabila ada selisih negatif berarti proses produksi yang dilaksanakan belum efisien dan perusahaan perlu menngetahui penyebab terjadinya selisih tersebut, sehingga dapat diambil tindakan koreksi untuk memperbaki kesalahan tersebut sedangkan bila ada selisih positif maka perlu ditelusuri terlebih lanjut atas selisih tersebut apakah karena perusahaan telah menjalankan proses produksi secara efisien atau perhitungan harga pokok standar yang kurang tepat. Harga pokok sebagai dasar pengambilan berbagai keputusan manajemen. Harga pokok merupakan suatu pedoman penting sekaligus sebagai suatu dasar untuk pengambilan keputusan khusus perusahaan, misalnya Menetapkan perubahan harga penjualan. Menetapkan penyesuaian proses produksi. Menetapkan strategi persaingan di pasaran luas. Merencanakan ekspansi perusahaan. Pengambilan keputusan-keputusan khusus manajemen, seperti apakah akan membeli atau membuat sendiri suatu suku cadang, apakah menerima suatu pesanan khusus dengan harga khusus atau tidak. PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI Untuk menghitung biaya produksi diperlukan sebuah contoh yang akan disajikan dibawah ini. Diketahui untuk membuat sebuah model atau prototype produk sepeda sebanyak 5 unit dibutuhkan biaya sebagai berikut Pembelian bahan baku Rp Diskon pembelian 10 % dari bahan baku Ongkos angkut Rp 100. 000. Bahan penolong Rp 100. 000 Biaya tenaga kerja Rp 100. 000 sebanyak 3 orang Biaya Sewa gedung Rp Biaya Listrik Rp Diminta 1. Hitunglah Biaya Bahan Baku 2. Hitunglah Biaya Overhead Pabrik 3. Hitunglah Biaya Produksi. 4. Hitunglah harga penjualan produk per unit Perhitungan biaya bahan baku Pembelian bahan baku Ongkos angkut Potongan pembelian Pembelian bersih Jadi biaya bahan baku sebesar Rp. Perhitungan biaya overhead pabrik Bahan penolong Biaya listrik Biaya sewa gedung BOP Jadi biaya overhead pabrik sebesar Rp. Perhitungan Biaya Produksi Biaya Bahan Baku Biaya Overhead Pabrik Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Produksi Jadi biaya produksi untuk pembuatan model sepeda adalah sebesar Rp Target produksi 5 unit, maka harga pokok produksi satu unit sepeda adalah Rp. Untuk mengambil keuntngan 20 % dari harga produksi maka penjual harus menjual produknya sebesar Daftar Pustaka Ayuningsih, Ulfa Rahmatiyah dkk. 2018. Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK. Kelas XI Surakarta Mediatama Widiastuti, Ida Ayu dkk. 2017. Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK. Kelas XI. Jakarta Pustaka Mulia. Modul Produk Kreatif dan Kewirausahaan PPGJ 2018

materi biaya produksi prototype produk barang jasa